Trump Wariskan Kerajaan Bisnisnya pada Donald Junior dan Eric

Trump Wariskan Kerajaan Bisnisnya pada Donald Junior dan Eric
Dari kiri ke kanan: Eric, Ivanka, Donald Trump dan Donald Junior. (Foto: Reuters)

BERITAKINI.CO, Manhattan | Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump sudah menunjuk calon pewaris kerajaan bisnisnya. Mereka adalah Donald Junior dan Eric. Kedunya dipastikan akan mengelola seluruh bisnis keluarga, setidaknya selama ayah mereka masih mengemban amanah sebagai kepala negara.

Trump juga menegaskan bahwa kedua darah dagingnya akan dibantu oleh CFO Trump Organization, Allen Weisselberg untuk mengelola perusahaan multinasional tersebut. Sebagai buktinya, juragan properti itu memamerkan tumpukan dokumen yang sudah dia tandatangani. Isinya tak lain pembalikan nama dan penyerahan kekuasaan sementara Trump Organization kepada ketiga orang tersebut.

"Sebenarnya saya masih sanggup menjalankan bisnis saya dan menjalankan pemerintahan pada saat yang bersamaan. Saya tidak suka cara orang-orang melihat kemungkinan ini, tetapi saya yakin saya bisa melakukannya jika saya menginginkan itu," tegasnya di hadapan para awak media dalam konferensi pers di Trump Tower, Manhattan, New York.

im kuasa hukum Trump Organization juga meyakinkan sang presiden terpilih tidak akan campur tangan dalam urusan bisnis keluarga selama menjabat kelak. Perjanjian bisnis baru dengan luar negeri juga akan dihentikan sementara waktu. Hal ini sejalan dengan kebijakan yang hendak diusung Trump terkait pendanaan asing.

"Kelak dia hanya akan tahu apa yang terjadi pada perusahaannya lewat surat kabar atau televisi saja," terang pengacaranya.

Menantunya, Jared Kushner yang sedang dicalonkan sebagai penasihat senior presiden juga akan memutuskan hubungannya dengan perusahaan. Suami Ivanka Trump itu akan mengikuti jejak sang ayah mertua untuk fokus pada urusan negara selama empat tahun mendatang.

Ini merupakan konferensi pers pertama Trump sejak namanya diumumkan sebagai jawara pilpres AS pada November 2016. Konferensi pers digelar pada Rabu 11 Januari 2017 pukul 23.00 WIB.

Selain membahas soal penerus kerajaan bisnisnya, suksesor Presiden Barack Obama itu juga bermaksud memberikan pernyataan resmi terkait isu peretasan yang dilakukan Rusia. (*)

Penulis
Rubrik
Sumber
Okezone.com
Dinas Pariwisata Aceh

Komentar

Loading...