Mata Bisa `Bicara` Orientasi Seksual Seseorang, Tandanya...

Mata Bisa `Bicara` Orientasi Seksual Seseorang, Tandanya...

BERITAKINI.CO, Jakarta | Tak perlu bergosip atau mengorek informasi dari orang lain bila ingin mengetahui orientasi seksual seseorang. Semua bisa telihat dari mata, bagian tubuh yang sering disebut jendela jiwa.

Perubahan pupil mata adalah indikator akurat orientasi seksual seseorang, begitu hasil sebuah penelitian. Bila orang melihat gambar-gambar erotis dan menjadi terangsang, pupil mata akan melebar dalam reaksi yang tidak disadari.

Hasil penelitian menunjukkan pupil yang membesar adalah cermin perasaan seseorang. Begitu kata penelitian Ritch Savin-Williams, seorang psikolog di Universitas Cornell. “Jadi bila seorang pria mengatakan dia normal, matanya akan membesar ketika melihat wanita. Sebaliknya terjadi pada lelaki gay, mata mereka akan membesar saat tertuju pada sesame jenis,” jelas Savin-Williams kepada Live Science.

Savin-Williams juga menjelaskan bahwa pupil mata seseorang bisa membesar saat merespons stimulus yang menarik atau menyenangkan, termasuk ketika menatap wajah orang yang dicintai atau karya seni yang indah. Pembesaran pupil itu adalah tanda bahwa sistem saraf otonomik, yang mengontrol gerakan spontan seperti denyut nadi dan pernapasan, sedang bekerja.

Penelitian yang dilakukan Savin-Williams meminta para peserta untuk menonton film-film atau gambar-gambar erotis dan dihubungkan dengan alat-alat yang bisa mengukur aliran darah ke organ intim. Banyak orang yang tak bersedia menjadi sukarelawan dalam penelitian ini karena melibatkan organ intim.

Savin-Williams dan rekannya, Gerulf Rieger, akhirnya mengalihkan penelitian ke pupil. Keduanya melibatkan 165 laki-laki dan 160 perempuan dengan berbagai orientasi seksual. Lagi-lagi mereka disuguhi video erotis berdurasi satu menit dan sebuah kamera memantau pergerakan pupil mereka.

Dari situlah para peneliti bisa memahami bagaimana perubahan pupil mata bisa menggambarkan orientasi seksual seseorang, baik yang penyuka sesama jenis, normal, atau biseksual. Para peneliti itu menerbitkan hasil temuan mereka di jurnal PLoS ONE.(*)

 

Penulis
Rubrik
Sumber
Tempo.co
Dinas Pariwisata Aceh

Komentar

Loading...