Begini Saat Irwandi Yusuf Berdebat Lawan Abdullah Puteh Soal Qanun Jinayat

Begini Saat Irwandi Yusuf Berdebat Lawan Abdullah Puteh Soal Qanun Jinayat

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sesi tanya jawab dan menanggapi yang merupakan sesi pamungkas dalam debat kandidat gubernur Aceh 2017 malam tadi, dimanfaatkan masing-masing pasangan calon untuk “menyerang” rivalnya dengan isu-isu krusial.

Abdullah Puteh, misalnya, mengungkit lagi sisi sensitif ihwal “penolakan” Irwandi Yusuf terhadap qanun hukum acara jinayah yang sempat disahkan DPRA pada 2009 lalu, namun tak ditandatangani oleh Irwandi Yusuf (saat itu gubernur Aceh) dalam lembaran daerah.

“Pertanyaannya, mengapa?” kata Abdullah Puteh.

Irwandi mengungkapkan, sesungguhnya eksekutif bukanlah mengajukan pembahasan qanun tersebut ke DPRA. “Tanpa sepengetahuan kami, DPRA menambahkan agenda pembahasan qanun tersebut yang didalamnya ada hukum rajam yang menurut kami tergesa-gesa diterapkan,” jelas Irwandi.

“Intinya, bukan kami tolak, hanya saja kami nilai belum lengkap, belum komplit dan perlu dibahas lagi.”

Abdullah Puteh ternyata tak sepenuhnya puas dengan jawaban itu. Menurut dia, yang berkembang di masyarakat Irwandi memang menolak menandatangani qanun tersebut.

“Mengapa? Apakah ada tekanan dari pihak tertentu yang relasinya dengan pikiran-pikiran sekularime?” kejar Abdullah Puteh disambut aplus penonton malam itu.

Tak sulit menerka kemana arah kalimat Abdullah Puteh tersebut. Bukan tak mungkin ini menyakut agenda-aganda asing yang sering menggunakan isu HAM sebagai sarana untuk mengganjal penerapan syariat Islam.

Mestinya, kata Abdullah Puteh, sebagai pemangku kebijakan, penerapan regulasi syariat islam harus didorong lebih optimal lagi. “Jangan dihambat. Jangan tidak diteken. Masyarakat Islam memperjuangkan ini sejak jaman revolusi,” katanya.

Irwandi kembali menegaskan bahwa itu bukan karena paham liberal atau sekuler. Tapi mutlak karena qanun tersebut dinilai belum begitu siap. Terutama soal teknis, seperti untuk memvonis orang salah atau tidak salah.

“Karena itu kami minta DPRA membahas lagi biar komprehensif. Nah, jika ada qanun yang sudah rampung seperti di jaman pak Zaini (Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Acara Jinayat), kalau seperti itu yang diserahkan pada saya, akan saya teken dengan 12 tangan,” tegas Irwandi disambut tepuk tangan hadirin.(*)

Komentar

Loading...